Stress to Death



Saya Grey dan ini adalah cerita saya.

Rasanya seperti ingin mati saja. Proyek yang sudah saya kerjakan selama 2 hari hampir menjadi sia - sia. 

Saya tak begitu khawatir tentang reputasi saya lagi, jatuh, hancur saya sudah tidak peduli. Yang saya takutkan adalah pekerjaan saya berdampak pada klien yang saya tangani.

Proyek ini sebenarnya tidak sulit. Saya hanya diminta untuk membuat video profile untuk kebutuhan presentasi kepada calon customer, yang pastinya big customer.

Ini proyek ketiga. Sebelumnya saya juga yang mengerjakan proyek pertama dan kedua. Tingkat kesulitannya tidak begitu tinggi, yang jadi poin berat proyek proyek ini adalah deadlinenya yang super mepet.

Proyek pertama saya hanya punya waktu 1 hari untuk menyelesaikannya. Proyek kedua 2 hari. Dan yang kali ini 3 hari. Tiga hari include meeting, shooting, editing, revisi, semuanya. Mungkin kenapa saya yang dipercaya untuk melakukan proyek ini adalah karena (mungkin) cuma saya yang mau dan sudah terbukti berhasil diproyek - proyek sebelumnya.

Fyi, saya mengerjakan semuanya sendiri. Ya shooting, ya editing, semuanya 

Apa yang menjadi masalah diproyek kali ini adalah setelah meeting bolak balik, revisi sana sini, di hari terakhir masalah yang saya tidak duga muncul. Laptop saya kembali bermasalah.

Iya, sebelumnya saya pernah posting kalau laptop ini ketumpahan air dan harus diganti keyboarnya. Namun masalah tidak hanya berhenti di situ saja. 

Entah kenapa tiba tiba wifi laptop ini bermasalah. Tidak bisa terhubung ke jaringan internet manapun. Adapternya mati. Sudah beberapa hari ini saya coba utak atik tapi masih tetap tidak bisa.

Forget about the wifi. Walaupun saya masih butuh untuk komunikasi dan transfer data yang dikirim via email dan cloud. Tapi saya masih terbantu dengan adanya Hp yang bisa digunakan. Lagian editing video dilakukan secara offline.

Di hari terakhir deadline. Saat sudah selesai meeting, sudah selesai bahas revisi ini itu, apa yang mau ditambah dan dikurangi harusnya tinggal final editing dan rendering video.

Dan hal terburuk terjadi.

Laptop hang!

Sudah 7x saya coba rendering tapi tetap tidak berhasil. Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore dan belum 1 video pun yang berhasil dirender. Berhenti ditengah - tengah proses, kursor dengan lingkaran muter muter tidak berhenti, malah kadang layar jadi black out.

Bahkan rendering yang hanya tinggal 10% lagi selesai, kandas juga. Memang untuk proyek kali ini saya menggunakan video yang ukurannya besar - besar sehingga mungkin laptopnya tidak sanggup.

Langitpun sudah gelap. Harusnya saya sudah mengirimkan video ini, karena akan dipakai untuk presentasi di Australia esok harinya, yang notabene waktunya lebih cepat 4 jam dari waktu Indonesia.

Kepala sudah berkecamuk, stress tidak karuan. Mau gimana lagi. Ganti laptop? Install Programnya lagi? Coba setting ini itu lagi terus render. No time.

Mikir gimana mau bilangnya. Video yang udah ditunggu sampai detik akhir, terus kemudian saya bilang kalau videonya gagal. Aaaarrrrgggghhhh!

...............

Apa yang kemudian saya lakukan?

Berdoa 

Memang ya, kalau kondisi kondisi seperti ini kita memang tidak ada kuasa apapun. Bahkan untuk hal remeh temeh begini kita pun tidak sanggup.

Ajaibnya, kemudian saya bisa berhasil merender video tersebut. Akhirnya pekerjaan ini, stress ini selesai malam itu juga.

Video berhasil saya kirimkan dan mereka puas dengan hasilnya seperti biasa.

Namun saya juga kepikiran untuk tidak mengambil proyek yang deadlinenya mepet begini lagi. Saya tobat.

What a life.

0 comments: