Ucapan Natal


Ngucapin selamat natal itu haram bagi orang muslim. Okay, sebenarnya ini bukan bidang saya. Saya tidak punya pemahaman ataupun pegangan yang bisa saya sandarkan tentang hal ini. Tapi hari ini saya mengucapkan selamat natal kepada beberapa kolega kantor lama saya.

Kembali ke perdebatan bolehkah muslim mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani. Ada yang berpendapat tidak boleh alias haram hukumnya. Saya lupa dalilnya, dan tidak menyuguhkannya di tulisan ini karena ini adalah quick post yang terlintas dikepala saya.

Secara garis besar yang saya ingat, permasalahannya adalah (koreksi bila salah), mengucapkan natal berarti seorang muslim mengakui ajaran nasrani, peristiwa yang diperingati sebagai hari natal, ikut merayakan.

Hal yang secara akidah sangat dilarang (haram) bagi muslim, bahkan 4 imam mahzab pun menyepakatinya. 

Kemudian ulama kontemporer pun mengkaji ulang tentang hal ini dengan dinamika pembaharuan yang terjadi. Sebagian pun mengambil ijtihad untuk membolehkan untuk mengucapkan. Dengan kondisi tertentu misalnya.

Kontroversi yang sudah lama


Seingat saya kali ini baru saya ucapkan selamat natal. Sebelumnya tidak, kalau saya tidak salah. 

Kenapa? Karena sebelumnya mereka juga mengirimkan ucapan hari raya kepada saya. Jadi paling tidak ucapan balik lah ceritanya.

Mungkin sebagian orang banyak yang nggak ada masalah ngucapin selamat natal, biasa aja. Karena memang pengetahuan kita tidak sampai ke hal yang saya sebutkan diatas. Saya pun mungkin juga saat itu.

Saya tidak ingin menyalahkan ataupun membenarkan, karena saya pun keilmuannya tidak sampai situ. Saya hanya menjelaskan apa yang saya lakukan hari ini.

Pemahaman adalah kunci


Jangankan hal lintas agama dan kepercayaan seperti ini. Kadang dalam lingkup agama sendiri (muslim, seperti saya) banyak hal yang saya tidak ketahui. Bukti pemahaman agama saya rendah.

Alkisah sewaktu kuliah. Saya sedang gencar gencarnya belajar Islam lebih dalam. Hal paling dasar dan mengena adalah dilarang bersentuhan antara yang bukan mahram (muhrim).

Prakteknya nggak mudah. Kalau hari biasa dan tempat umum kita bisa jaga diri. Lah ini kalau kasusnya pas lagi lebaran. Tetangga yang pada datang ke rumah, saya nggak salamin semua tamu perempuan yang datang karena hal bukan muhrim tersebut.

Agak aneh sih jadinya, apalagi jika anda tidak berada dalam satu komunitas yang sama. Bukannya jadi menunjukkan hal yang benar malah ujug ujug ada tetangga yang nanya ke orang tua saya "ikut aliran apa dia sekarang?"

Dan bukan hal itu aja, masih banyak yang lainnya. Karena pemahaman agama tiap orang berbeda.

Terakhir. Saya bukan membahas SARA. Saya hanya ingin mengangkat perbedaan yang terjadi karena pemahaman yang berbeda. Bukan salah, tapi berbeda.

Semoga Allah mengampuni saya atas pemahaman saya yang sedikit ini terhadap ilmu agama.

2 comments:

Chairudin Lukman said...

Aku sih termasuk orang yang tidak mengucapkannya bro... Walopun sama teman dekat sendiri. it's okay, tergantung pemahaman agamanya masing2... Yang penting saling bertoleransi satu sama yang lainnya. :-)

Grey said...

Yup, bener.
Yang penting saling menghormati aja ;)