Kecanduan Gula



Kamu tau nggak bedanya gula sama kamu? Kalau gula manisnya sementara, kalau kamu manisnya membunuhku. Eaaaa. 


Okay, cukup gombal - gombalnya, ini serius. 


Latar Belakang


Percaya nggak percaya ternyata gula bisa membuat keacanduan. Dan ini terjadi pada diri saya pribadi (I mean literally me, bukan mas pribadi). Ini sebenarnya normal nggak sih?


Sebagai informasi, saya bukan orang yang terlalu suka makanan manis. Cake, roti, permen, coklat, gulali dan apapun itu yang mengandung gula bukan makanan favorit saya. Biasa saja, kadang makan, kadang tidak, banyakan tidaknya.


Saya juga tidak punya riwayat ataupun berpotensi mengidap gula darah yang tinggi, baik diri sendiri maupun keluarga. Nggak ada namanya diet gula ataupun karbo. Everything is normal.


Yang sering saya konsumsi adalah teh. Sehari sekali. Kadang 2 kali. Kadang lebih. Tergantung mood. Kenapa teh? karena saya bukan peminum kopi. Seumur hidup saya hanya minum kopi beberapa kali. Itupun karena disuguhkan, dan cuma cicip cicip. Saya tidak mempunyai ketertarikan terhadap kopi.


Berapa banyak gula yang saya konsumsi dalam segelas teh. Kira - kira 2 sampai 3 sendok teh per mug ukuran standar. Kalau lagi di rumah emak biasanya tiap pagi sudah dibuatin teh yang manisnya pake banget. Kadang saya minum setengah lalu campur air panas sampai penuh lagi. Kadang setengahnya saya buang dulu baru tambah air. My bad. :(


Lalu masalahnya di mana?


Kalau mood saya sedang tidak bagus ataupun lagi ada deadline mendesak harus bergadang, saya bisa menghabiskan 4 cup teh dalam sehari. Saya nggak sadar hal ini menjadi kebiasaan. Saya anggap biasa saja.


Sampai suatu saat saya menemukan tweet untuk meminimalisir konsumsi gula. Intinya untuk kesehatan. Saya pikir okay, i will do it. Nothing to lose.


Ternyata nggak susah amat buat lepas dari kebiasaan teh ini. Saya ganti air putih panas. Di tempat makan pun yang biasa minum teh manis atau es teh manis, saya ganti dengan teh tanpa gula. Pertama - tama emang aneh sih. Kemudian ya biasa aja.


Gini toh rasa teh tanpa gula.


Hal aneh yang terjadi kemudian adalah lidah saya serasa menginginkan sesuatu yang pada awalnya saya kira teh, ternyata yang ia inginkan adalah sesuatu yang manis.


Pada jam - jam tertentu entah bagaimana saya ingin makan sesuatu yang manis. Apapun itu. Dan hal ini terjadi berulang ulang. Malah kadang saya rela pergi ke warung ataupun mini market untuk mencari makanan manis. Sampai sebegitunya.


Kayak kecanduan gitu.


Mungkin beginilah juga yang dirasakan oleh para perokok kali ya. Akhirnya saya bisa merasakan apa yang kalian rasakan bro. *hug


Pada akhirnya saya masih bingung. Apakah ini kecanduan ataukah memang ini yang diminta oleh tubuh. Apakah ini normal ataupun tidak.


Yang saya yakini adalah mengurangi konsumsi gula itu baik.

Still on progress.


Image by:

PETER DAZELEY / GETTY IMAGES

10 comments:

Peri Kecil Lia 🤸🏻‍♀️ said...

Hi, Kak. Salam kenal :)
Setahuku tubuh kita ini pintar sekali untuk beradaptasi akan sesuatu. Perihal Kakak yang merasa selalu ingin makan manis-manis, menurutku itu karena habit sih, bukan kecanduan hahaha. Sesuatu yang bisa diubah, namun memang terasa sulit di awal. Kelak kalau udah terbiasa mengkonsumsi sesuatu yang tidak terlalu manis, pasti tubuh kita akan menyesuaikan kembali dan nantinya ketika kena sedikit manis aja, rasanya udah manisss banget hahaha

@greymoonfolks said...

Helo Lia,
Terima kasih sudah mengunjungi blog ini.

Bisa jadi, masih dalam proses perubahan kebiasaan :D

hira said...

Awas... Ntar ditaksir semut-semut klo kebanyakan gula :D

Kadang2 butuh jg makan yg manis2, yg penting g berlebihan

Eva said...

Huwooo ini sih saya banget!

Saya awalnya juga nggak ngeh kalau saya "kecanduan" gula, soalnya ya aslinya memang bukan tipe orang yang doyan makanan manis. Tapi belakangan ini mulut suka nggak bisa diem kalau kerja nggak ngemil yang manis-manis.

Yang paling parah terakhir kali saya habisin sekotak b*ng-b*ng sendirian nggak sampai seminggu. Barulah saat itu saya panik dong, "Wah, kayaknya beneran udah kecanduan yang manis-manis nih." dan seketika rada timbul ketakutan kalau-kalau berpotensi kena diabetes :(

Tapi saya belum se-wakeful Grey yang sampai memutuskan buat ngurangin konsumsi gula, padahal saya juga kepingiiin bisa begitu! Bener banget deh yang namanya memulai itu susah, duh, doanya aja deh ya moga-moga saya bisa ngikutin jejaknya juga :')

N.b.: kenapa deh para ibu suka nyuguhin anak-anaknya teh manis di pagi hari, apakah ini salah satu "emak-emak things"? Hahahaha

@greymoonfolks said...

@hira

kesemutan dong jadinya :D

@Eva

aku tau kenapa ibu - ibu suka nyuguhin teh manis pagi pagi,
biar anaknya tambah manis, wkwkwk XD

Enda Tari said...

Aku juga gak suka kopi sukanya teh lebih tepatnya teh hijau karena selain menyehatkan juga bisa melangsingkan , tubuhku , makhlumlah tubuhku itu mudah gemuk meski banyak gerak.

@greymoonfolks said...

Hai Tari,

welcome to the tea club :)
teh hijau? kayaknya aku belum pernah, nanti aku coba.

terima kasih sudah berkunjung :)

Mayuf said...

Aku juga suka gula karna manis tapi sukanya bukan kecanduan, tetep sesuai dengan kebutuhan aja jangan berlebihan menurutku si gitu

Bening Pertiwi said...

satu2nya hal yg buat gue mikir ulang kalau mau makan gula adalah ... lingkar pinggang yang membengkak, hahahaha

@greymoonfolks said...

@Mayuf
iya, segala yang berlebihan itu tidak baik.
sama kayak kalimat : "kamu terlalu baik buat aku" XD
*kidding

@Bening Pertiwi
emang ada pengaruhnya ya? wkwkwk :D