Level Up



"Knock...knckkk. bangun euy. dicariin babe, jam brp bisa ke shapeshell hari ini. urgent." 


Bunyi pesan mbak glow pagi ini pukul 09.06 WIB yang saya jawab 15 menit kemudian. Bukan karena saya baru bangun cuma belakangan ini saya jarang megang hp. *alibi


Pesan ini artinya babe ngajak meeting. Babe (*babe: panggilan bapak bahasa betawi. bukan yang lain) adalah ex-bos saya. Seorang pria warga negara Australia yang lahir di Liverpool setengah abad yang lalu.


Saya belum tau apa yang bakal dibahas di meeting, tapi kayaknya soal buat video lagi. Dan ternyata benar. Dia mau buat video profile buat calon klien yang saya juga nggak tau siapa dan dari mana. Yang pasti deadline video itu mau dipakai adalah jumát depan.


Hal yang paling saya ingat di meeting hari ini adalah saat dia bilang : 


"Do you like making video, aren't you?"

"Grey, I will be so critical this time okay, i want your work get better and better"


Aaah saya jadi lupa kapan saya senang buat video. Seingat saya, saya buat video karena itu kerjaan. bukan karena saya suka buat video, bikin vlog atau suka ngerekam kuda lumping lagi dansa. Saya lebih suka desain grafis, branding dan advertising. Hal yang dari dulu ingin saya lakukan tapi belum kesampaian.


Awalnya karena tidak sengaja


Perihal video - videoan ini dimulai 3 tahun lalu. Saat si owner minta si babe buat bikin video tentang gambaran facility yang ada di Indonesia untuk calon klien di mesir. Kemudian karena melihat sosok pemuda enerjik ramah penurut dan bisa apa saja, disuruhlah saya untuk buat.


Siang ini disuruh, besok jam 9 pagi dikumpul. T_T


Semaleman begadang buat video dan nggak ada ekspetasi apapun, karena beneran nggak tidur dan masih harus lanjutin kerjaan utama juga.


Saya nggak kasih liat preview, langsung kirim ke email babe dan lanjut kerja. 


Kemudian tiba tiba babe datang dan muji hasil begadang saya semalam. Dia bilang owner juga suka. Si owner juga email saya untuk mengapresiasi hasilnya. Hal yang diluar dugaan saya. Sangking terima kasihnya saya diperbolehkan pulang buat istirahat. Mungkin karena keliatan kalau saya tidak tidur semalaman.


Tak hanya sampai disitu. Video itu ditunjukin ke seluruh staff. Di meeting pun di kasih liat. Sampai salah satu staff bilang : "iya sampe tamu datang pun dikasih lihat videonya". 


Dari sanalah awal mula saya buat video buat perusahaan tersebut, sampai sekarang. Walaupun saya sudah tidak di perusahaan itu lagi.


Jangan bayangkan yang indah - indahnya aja. Nggak mudah juga bekerja sama babe termasuk dalam pembuatan video. Only his opinion matters. You can arguee but not win. Makanya kalau sama Manager saya, kami nyebut dia sebagai The King.


Pun dengan deadline pekerjaan yang selalu mepet. Nggak ada itu hitungan minggu, video harus siap dalam hitungan hari. Artinya harus siap bergadang. Biasanya last day babe pun kagak tidur mantau kerjaan saya. Jam 4 pagi pun kadang sudah harus kirim file, karena perbedaan waktu Indo dan Ausi selisih 4 jam.


Saya menyadari kalau kualitas video saya belum masuk kategori bagus versi saya. Masih banyak kurang sana sini. Masih kurang jam terbang. Peralatan yang tidak terlalu memadai. Dan satu lagi, deadline yang singkat. 


Namun dalam dunia pekerjaan, selesai itu lebih baik dari pada ngejar sempurna tapi tidak selesai. 


Upgrade Kemampuan Diri


Babe pernah bilang kalau saya suka sesuatu bisa jadikan itu sebagai hobi yang menghasilkan uang. Walaupun dia kira saya suka dunia fotografi dan videografi. Hal yang sebenarnya tidak terlalu saya sukai. 


Namun dia tetap mendukung saya apapun yang saya lakukan. Menginginkan kemampuan saya bisa terus berkembang. Termasuk kemampuan dalam produksi video ini.


Kadang hal hal ini yang membuat saya malu kalau kemampuan saya begini begini aja. Harus ada peningkatan. Walaupun belum bisa jadi seorang profesional, bagi saya membuat karya yang lebih baik dari sebelumnya adalah sebuah hal yang harus disyukuri.


Semoga terus berkembang.

4 comments:

Eva | Berkas Narasi said...

Mungkin kalau nggak diklarifikasi siapa sosok "babe" di sini pikiran saya udah melayang ke mana-mana Grey, hahahaha XD Eh asik tapi ya, itu istilahnya gimana dong? "Customer yang masih suka repeat order"? Begitu? Apa bukan ya? :')

Haaa memangnya kerjaan di industri kreatif manapun yang terpenting itu selesai daripada mengejar kesempurnaan ;( Gapapa di kesempatan kali ini hasilnya biasa-biasa aja, toh lain kali bisa nyoba lagi.

Semangat, Grey! Terus jadi Grey yang lebih baik ke depannya, yuhuu!

Grey said...

Iya, kepikiran bakal begitu, makanya harus buat disclaimer dulu siapa babe ini, hahaha :D

Nggak hanya di industri kreatif, semua industri kayaknya. Done is better than perfect.

Semangat juga Eva! :)

hira said...

Klo betawi kudu ada huruf h-nya ^^ babeh, enyak, encing, encang

Hasil kerja pertama terus dipuji itu sesuatu, meski kadang ada pressure tersendiri untuk bikin yang lebih baik. Moga sukses, bro!

Grey said...

Iya juga ya, pake h :D

Betul, jadi patokan standar. Kalo buat lagi harus minimal sama ataupun lebih baik dari yang sebelumnya.

Thanks !