Karena Kita Beda



Masih liburan di rumah ibu saya. 


Emangnya kamu orang cina, liburan pas tahun baru cina? Ya bisa jadi sih. Dua tahun lalu, saat saya liburan ke KL, rupanya disana malah libur panjang pas tahun baru cina. Jadinya tumpah ruah bersama turis lokal sana. Ya nggak ada masalah dong ya.


Tapi bukan hal itu yang mau dibahas. Ada hal yang mengganjal di kepala saya saat ini.


Apakah hidup kita harus sama dengan orang lain?



Saat teman sebaya mulai meninggalkan saya berkembang biak membangun rumah tangga, semua mata menuju saya yang masih memilih untuk sendiri.


Saat orang lain yang seumuran meraih pencapaian yang gemilang, mereka mulai bertanya apa yang sedang saya lakukan saat ini.


Dan banyak perbandingan lainnya.


Apakah hidup memang cuma sebatas itu? Saya kadang memikirkan, siapakah yang menciptakan standar kehidupan manusia pada awalnya. Yang menjadi patokan bagi setiap orang.


Bisa bicara umur sekian, sekolah selesai umur sekian, bekerja di tempat tertentu, punya ini itu, menikah umur sekian, punya anak, hidup bahagia sampai ajal menjemput.


Bila ada yang tidak sama bakal dicap berbeda, atau bahkan dianggap gagal dalam hidupnya. Padahal tidak semua manusia menjalani hidup yang sempurna.


Lain lagi dengan mereka yang memilih jalan hidup berbeda. Apakah mereka salah?


Sejak kapan kehidupan kita disetir oleh kehidupan sempurna orang lain. Bukan oleh diri kita sendiri sebagai pemilik kehidupan. 


Ada yang ingin berkeliling dunia selama hidupnya, ada yang bertahan pada mimpinya, ada yang teguh memegang prinsipnya, dan ada pula yang tak ingin merisaukan kehidupannya esok hari.


Apakah mereka termasuk orang orang gagal? Ataukah mereka harus rela melepaskan semuanya karena harus mengikuti stigma "hidup sukses" yang selama ini ada.


Jalan hidup kita tak harus selalu sama.



Daripada hidup dalam dunia "hidup sukses" setiap orang, saya lebih cenderung memilih hidup bahagia sebagai diri saya sendiri.


Melakukan hal yang ingin saya lakukan, mensyukuri apa yang saya dapatkan, menjalani kehidupan yang kadang tak sama dengan semua orang.


Walaupun kadang salah arah, pasti ada saatnya kita menyadarinya dan kembali ke jalan yang benar.


Bukankah hidup seperti itu?



4 comments:

hira said...

Lo habis liburan jadi filosofis bgt ya :D

Hidup bukan tentang siapa yang menang dan kalah. Tetapi menjalaninya dengan benar, itu yang penting.

Grey said...

Haha iya kah?
Efek banyak merenung :D

Yup, setuju.
Menjalani hidup dengan benar.
Nggak perlu neko neko.

CREAMENO 🐰 said...

Begitulah hidup mas Grey, suka dikotak-kotakan, padahal pencapaian dan tujuan masing-masing personal saja sudah berbeda 😂 Hehehehehe. Makanya saya selalu pegang kata-kata Ibu saya, yang benar itu bukan "Tepat waktu." tapi, "Diwaktu yang tepat." 😁

Menikah, punya anak, sukses, endeblabla, itu bukan ikut patokan tepat waktu, karena kita nggak tau kapan dianggap tepat. Jadi fokusnya tetap jalani hidup, hingga one day, bisa menikah, punya anak, sukses diwaktu yang tepat 😍

Lagipula, pencapaian setiap orang beda, ada yang memang inginnya ke arah pernikahan, tapi ada pula yang justru inginnya ke arah karir, dan nggak ada yang salah dengan itu semua. Mana di Korea, kebanyakan baru pada menikah umur 35 ke atas, bahkan yang umur 50 tahun masih banyak yang single. Hueeehehe, katanya, meski saya menikah umur 50, saya masih punya 30 tahun untuk hidup sama pasangan 😆

Grey said...

Ya, semua akan sampai di saat yang tepat.
Bahkan Kolonel Sanders, Celine Dion, JK Rowling sukses di umur mereka yang tidak muda lagi, karena waktu mereka sampainya memang pada saatnya.

Tapi gosip gosip tetangga lebih tajam dari bilah pisau, wkwkwkwk.. XD