Open Source.

Marsel Hasanllari


Sumber terbuka (open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas. - Wiki

Bagaimana hidup dengan hanya mengandalkan sistem operasi ataupun aplikasi berbasis open source? Well, saya akan memberikan gambarannya.

Kelebihan dan Kekurangan.

Free alias gratis. Sebagian besar sistem operasi maupun aplikasi open source itu gratis. Anda tidak perlu bayar untuk menggunakannya.

Kekurangannya anda harus adaptasi untuk menggunkannya. Sama saja seperti pindah dari Windows ke Mac os ataupun sebaliknya. Anda perlu penyesuaian untuk menggunakannya.

Ada yang bilang linux itu susah karena harus menggunakan command line untuk instal aplikasi dsb. Hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar.

Saat ini anda sudah bisa menggunakan semacam "app store"nya linux untuk menginstall aplikasi yang anda inginkan. Versi open source tentunya. Nggak harus instal via command line selalu.

Aplikasi Open Source yang saya gunakan.

Browser

Chromium. Ini adalah Google Chrome versi open source. Saya sudah sangat nyaman dengan peramban Google selama ini.

Office


Saya sudah setahun ini menggunakan Google Docs sebagai aplikasi dokumen saya. Saya rasa cukup reliable. Apalagi sudah terintegasi dengan Chrome. 

Walaupun memang harus terhubung dengan internet untuk menggunakannnya. Tapi itu bukan masalah besar buat saya.

Vector Design


Selama ini saya menggunakan CorelDraw sebagai aplikasi saya untuk desain. Kemudian saya menggunakan Adobe Illustrator. Sayangnya kedua apikasi tersebut tidak berjalan di linux.

Namun ada Inkscape yang nobene merupakan aplikasi open source untuk vector editing. Saat ini saya beralih menggunakan aplikasi ini.

Photo Editing


GIMP cukup ampuh sebagai pengganti photoshop di linux. Namun begitu, saya sangat jarang sekali menggunakan Photoshop. Tapi saya tetap menginstal GIMP ini di linux saya.

Video Editing

Di linux saya ada Shotcut sebagai aplikasi pengolah video. Tidak sekeren Adobe Premier ataupun After Effect sih, tapi cukuplah.

Sebenarnya ada Davinci Resolve yang lebih powerfull. Belum nyoba aja. Soalnya saya lebih suka aplikasi yang simpel penggunaannya.

Kesimpulan

Sebenarnya worth nggak sih pindah ke open source? Jawaban saya si tergantung kebutuhan dan kenyamanan anda.

Kalau sudah nyaman dengan Windows ya teruskan saja. Sama juga dengan Mac os. Tidak perlu untuk coba ini, coba itu. Anda akan mengabiskan waktu anda yang berharga.

Kasus saya berbeda. Saya memang mau beralih mengunakan open soure. Walaupun ada kekurangan sana sini, saya akan membuat diri saya nyaman dengan hal tersebut.

Karena kenyamanan itu berasal dari diri kita sendiri.

 Selamat pagi :)


5 Comments:

Eva R.

Grey, GIMP itu bisa langsung download aja dari website-nya, 'kan? Aku beberapa minggu lalu sempet bingung mau nyari software apa buat ngedit foto karena punyanya cuma Photoshop, tapi itu versi time-limited gitu, jadi sekarang harus cari penggantinya tapi maunya sih yang free kalo bisa... Dari fiturnya sendiri gimana? Ada fitur pen tool gitu sama layer-nya?

grey.

Yup, bisa langsung download di web nya.
Kalau fitur hampir sama aja. Kayaknya ada sih pen tool, harusnya ada. Kalau layer pasti ada.

hira

Dari berbaris-baris tulisanmu. Aku cm paham quote terakhir :D

Lanjut boss...
Semangat ngeblog nya

grey.

Haha,

bahasa anak teknik soalnya XD

Terima kasih semangatnya,
fighting!

hira

Wah...
Berarti aku anak teknik jadi2an g ngerti bhs ginian :D

Salam semangat