Momen.

Saya mempunyai anggapan bahwa kebahagiaan akan datang pada masanya nanti. 

Seperti kata pepatah (yang harus saya googling dulu karena lupa), berakit-rakit ke hulu, berenang ketepian. Tak apa bersusah susah dahulu nanti bersenang senang kemudian.

Semua orang, atau kebanyakan orang bertarung dengan hidupnya untuk bisa menikmati kebahagiaan di kemudian hari. 

Mereka menyebutnya dengan masa depan. Masa yang akan datang. Suatu saat nanti.

Tak ada yang salah dengan hal tersebut. Kebanyakan orang melakukan hal itu.

Namun, anggapan saya ini bisa saja tidak cukup luas. Sudutnya cukup sempit.

Sebagai manusia, kita memiliki 3 fase dalam hidup ini. Masa lalu, masa kini dan masa depan.

Masa lalu yang telah menjadi cerita. Masa kini yang sedang bergulat dengan diri kita. Serta masa depan yang tidak selalu pasti.

Saya baru menyadari bahwa kita tak perlu menunggu menikmati hidup kita untuk masa nanti.

Masa yang sejatinya bersama kita saat ini adalah masa kita sebenarnya. Inilah momennya.

Momen untuk melakukan apa yang kita inginkan. Momen untuk merasakan kebahagiaan dan kesedihan. Momen untuk menikmati semuanya. 

Merajutnya dalam sebuah bentuk kelengkapan hidup yang tak terpisakan dari diri kita.

Kita tak bisa merubah masa lalu. Kita juga tak tahu apa yang akan terjadi nanti.

Yang kita bisa lihat hanya diri kita saat ini.

Momen kita, saat ini.

2 Comments:

hira

Ada jg yg bilang, masa yg kita miliki itu hanya saat ini. Karena masa lalu telah lewat dan masa depan blm pasti dimiliki

grey.

That's true. Mari melakukan yang terbaik di masa kini. :)